Rumahmu Tetap Istanamu
Rumah yang dihuni satu keluarga yang bisa jadi terdiri dari ayah, ibu, kakek, nenek, dan anak-anak, atau dihuni lebih dari itu atau kurang, dalam lebih dari satu ayat al-Qur’an disandarkan (diidhafahkan –bhs. Arab) kepada wanita.
Salah satunya ayat ke-33 dari surah al-Ahzab,
وَقَرۡنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ ٱلۡأُولَىٰۖ
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (al-Ahzab: 33)
Iddah dan Macamnya
Haruskah Kebersamaan Kita Berakhir di Sini?
Dalam Labuhan Lembutnya Kasihmu
Seorang suami dituntut untuk dapat bersikap lembut terhadap istrinya. Sebab, sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, istri (wanita) diibaratkan seperti tulang rusuk. Jika diluruskan dengan paksa, tulang itu akan patah. Sebaliknya, jika dibiarkan akan tetap bengkok.




