Kekayaan dan Kefakiran

Al-Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan, “Seandainya Allah ‘azza wa jalla menghendaki, Dia menjadikan kalian semua sebagai orang kaya, tiada seorang fakir pun di antara kalian. Seandainya Allah ‘azza wa jalla menghendaki pula, Dia menjadikan kalian semua sebagai orang fakir, tiada seorang kaya pun di antara kalian. Akan tetapi, Allah ‘azza wa jalla hendak menguji sebagian … Selengkapnya… “Kekayaan dan Kefakiran”

Hakekat Pencela Sahabat

Al-Imam Abu Zur’ah rahimahullah mengatakan, “Apabila engkau melihat seseorang merendahkan salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketahuilah bahwa dia seorang zindiq (munafik). Yang mereka inginkan adalah men-jarh (mencacat) para saksi kita (yakni para sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi penyampai syariat Islam, -red.) sehingga gugurlah al-Kitab dan as-Sunnah. Justru mereka lebih … Selengkapnya… “Hakekat Pencela Sahabat”

Amalan Semata Tidak Menyebakan Masuk Surga

Al-Imam Abu Utsman Ismail bin Abdur Rahman ash-Shabuni rahimahullah mengatakan, “Mereka (ashabul hadits) meyakini dan mempersaksikan bahwa seseorang tidaklah mesti masuk surga meski amalnya bagus, (ibadahnya paling ikhlas, ketaatannya paling murni), jalan hidupnya diridhai, kecuali karena Allah subhanahau wa ta’ala memberi kemuliaan kepadanya dengan anugerah dan keutamaan-Nya sehingga memasukkan dirinya ke dalam surga. Sebab, amal … Selengkapnya… “Amalan Semata Tidak Menyebakan Masuk Surga”

Meninggalkan Urusan yang Tidak Ada Kepentingan

Muhammad bin Ka’b mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para sahabat, “Orang yang pertama kali akan masuk kepada kalian adalah lelaki penghuni surga.” Masuklah Abdullah bin Salam radhiallahu ‘anhu. Mereka pun berdiri dan memberi tahunya tentang kabar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut. Mereka bertanya, “Beri tahu kami tentang amalan … Selengkapnya… “Meninggalkan Urusan yang Tidak Ada Kepentingan”