Kekejian Berupa Memakan Bangkai Saudara Sendiri

Ghibah atau menggunjing atau membicarakan aib orang lain (bisa juga diistilahkan dengan ngerumpi) adalah aktivitas yang ‘mengasyikkan’. Tak sedikit orang, yang secara sadar atau tidak, terjatuh dalam perbuatan ini. Karena memang setan telah menghiasi perbuatan ini sehingga tampak indah dan menyenangkan. Tahukah Anda bahwa Allah ‘azza wa jalla mengibaratkan ghibah dengan perbuatan memakan daging saudara kita yang telah mati?

Akhlak Iblis

Setiap orang bercita-cita untuk mendapatkan yang terbaik dan yang paling membahagiakan, mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat. Akan tetapi sedikit dari mereka yang mengetahui jalannya. Seorang pencuri, pezina, dan pemabuk bisa mengatakan dirinya yang paling bahagia dan tenteram, serta mengklaim orang lain yang menjaga dirinya dari bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagai seorang yang sok suci dan bersih, mengklaimnya sebagai seorang yang kolot dan kuno. Demikianlah hawa nafsu apabila telah mencapai apa yang diinginkan. Rintangan demi rintangan bukan sebagai badai yang mengempas bahtera nafsunya. Zikir dan peringatan serta nasihat bukan lagi sebagai pengetuk gendang telinga dan mata hatinya.

Keberanian Sejati

Tidak semua orang memiliki keberanian sejati. Tahukah Anda, apakah keberanian sejati itu? Keberanian sejati adalah sikap bersedia dikoreksi bila salah dan siap menerima kebenaran meskipun dari orang yang memiliki kedudukan lebih rendah.

 

Dua Sifat Yang Dibenci Para Pencari Kebenaran

Perbedaan sifat/ tabiat di antara manusia memang hal lumrah karena itu merupakan bagian dari ketentuan Allah subhanahu wa ta’ala. Namun tentu saja, sebagai makhluk-Nya kita dituntut berikhtiar dengan menjauhi akhlak dan tabiat yang jelek. Di antaranya adalah rakus dunia dan tidak mau rujuk kepada ulama.

Sebab-sebab Keluar dari Istiqomah

Setan adalah musuh besar manusia, yang memiliki target utama menjerumuskan sebanyak mungkin manusia ke lembah kebinasaan, keluar dari jalan istiqamah menuju jalan kesesatan. Di masa sekarang, jalan-jalan kesesatan hasil propaganda setan telah demikian marak, menjerat siapa saja yang lengah dan kurang peduli terhadap seruan agamanya. Untuk menangkal dan memperbaiki keadaan itu tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada semua yang telah membuat baik generasi awal umat ini.