Sebab-sebab Keluar dari Istiqomah

Setan adalah musuh besar manusia, yang memiliki target utama menjerumuskan sebanyak mungkin manusia ke lembah kebinasaan, keluar dari jalan istiqamah menuju jalan kesesatan. Di masa sekarang, jalan-jalan kesesatan hasil propaganda setan telah demikian marak, menjerat siapa saja yang lengah dan kurang peduli terhadap seruan agamanya. Untuk menangkal dan memperbaiki keadaan itu tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada semua yang telah membuat baik generasi awal umat ini.

 

Menjaga Kesucian Fitrah Manusia

Akhir perjalanan hidup manusia tidak ada yang bisa mengetahuinya meski saat dilahirkan diciptakan dalam keadaan memiliki fitrah yang sama. Berbagai faktor bisa menjadi penyebab seseorang keluar dari fitrahnya yang suci. Perubahan itu bisa terjadi secara perlahan-lahan bisa pula secara cepat. Salah satu faktor yang kini makin banyak membawa manusia tergelincir ke lembah kehancuran adalah harta. Untuk urusan satu ini, mayoritas manusia kini telah “menunjukkan” watak asli mereka: tidak akan pernah puas, berapa pun harta yang telah dimiliki. Sehingga untuk menghentikan nafsu mereka ini, hanya kematian yang bisa melakukannya.

Makan ala Islam

Makan tak lagi sekadar rutinitas. Namun juga telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Cara dan posisi makan, tata hidang berikut alatnya, hingga busana yang dikenakan juga menganut ‘ideologi’ tertentu. Repotnya, model yang dianut (lagi-lagi) adalah tata cara Barat. Bagaimana agama Islam nan sempurna ini mengatur tata cara makan? Simak bahasannya!

Makan Ala Islam (2)

Makan atau minum dengan tangan kiri, bagi kebanyakan orang sudah menjadi hal yang biasa. Namun, dalam Islam, perbuatan jelek ini bukan masalah yang ringan. Setidaknya, makan dan minum dengan tangan kiri adalah perbuatan yang menyerupai setan. Jadi, penting untuk mengajari anak bagaimana makan dan minum sesuai dengan tuntunan Nabi. Sebab, apabila terlambat melakukannya, anak akan susah dibetulkan.

 

Makan Ala Islam (3)

Menjilati jari-jemari usai makan atau memungut makanan yang berceceran lalu memakannya, perbuatan ini dipandang menjijikkan dan tidak beradab oleh sebagian orang. Namun, dalam Islam, keduanya justru adab yang dianjurkan. Memang terasa ganjil, tetapi demikianlah adanya. Pembahasan berikut menjelaskan bahwa dua perbuatan itu mengandung banyak kebaikan yang kadang tidak pernah kita pikirkan.